Laporan Pengembangbiakan Ikan
LAPORAN
PRAKTIKUM
PENGEMBANGBIAKAN IKAN
MODUL :Sistem Organ Reproduksi Ikan
DOSEN : Dr.
Asrianti Sani, S.Pi., M.P
MINAT :
Pembenihan
DISUSUN OLEH :
ALVIANUS MA’DIKA
1622010316
JURUSAN BUDIDAYA PERIKANAN (29)
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKAJENE DAN
KEPULAUAN
PANGKEP
2018
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pembangunan di
sektor perikanan mengacu kepada pembangunan Nasional yang di selaraskan dengan
kondisi wilayah dengan tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerah dalam
mendukung konsep untuk meningkatkan daya tahan ke daerahan atas dasar kekuatan
sendiri.Perairan Indonesia sebagai perairan tropis, memiliki plasma nuftah
perikanan yang sangat banyak.Spesies ikan sangat beragam, ada yang berukuran
besar dan ada yang berukuran kecil.Sebagian diantaranya dapat dijadikan ikan
hias dan sebagian lagi dijadikan ikan konsumsi, terutama ikan yang berukuran
besar.
Ikan lele dumbo
(Clarias gariephinus) merupakan jenis
ikan air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin.Ikan lele tidak pernah di
temukan di air payau atau asin. Habitatnya di sungai dengan arus air perlahan,
rawa, telaga, waduk dan sawah yang tergenang air. Ikan lele bersifat noctural
artinya aktif mencari makan pada malam hari sedangkan pada siang hari ikan lele
hanya berdiam diri dan berlindung di tempat yang gelap.
Ikan nila memiliki factor penting yaitu rasa
dagingnya yang vkhas dengan kandungan omega pada patin dan gizi yang cukup
tinggi, sehingga ikan nila sering dijadikan sumber protein yang murah dan mudah
didapat.Serta harga jualnya yang terjangkau oleh masyarakat (Dhewi,
2005).Morfologi Ikan Nila adalah memiliki bentuk yang pipih kea rah vertical
(kompres), bertulang belakang (vertebrata).Habitatnya perairan, bernafas
dengtan insang dan menjaga keseimbangan tubuh menggunakan sirip.Sirip-sirip
tersebut bersifat Poikilotermal (Dwisang, 2008).
Sementara itu, menurut R.O Ardiwinata, (1981)
ikan karper yang berkembang di Indonesia diduga awalnya berasal dari Tiongkok
Selatan.Disebutkan, budi daya ikan karper diketahui sudah berkembang di daerah
Galuh (Ciamis) Jawa Barat pada pertengahan abad ke-19.Masyarakat setempat
disebutkan sudah menggunakan kakaban – subtrat untuk pelekatan telur ikan
karper yang terbuat dari ijuk – pada tahun 1860, sehingga budi daya ikan karper
di kolam di Galuh disimpulkan sudah berkembang berpuluh-puluh tahun sebelumnya.
Reproduksi merupakan aspek biologis yang terkait
mulai dari diferensiasi seksual hingga di hasilkan individu baru. Pengetahuan
tentang ciri reproduksiyaitu mengetahui tentang perubahan atau tahapan-tahapan
kematangan gonad untuk mengetahui perbandingan ikan-ikan yang akan atau
tidak melakukan reproduksi. Pengetahuan
tentang ciri reproduksi tidak akan sempurna apabila tidak di iringi dengan
pengetahun anatomi reproduksi baik jantan maupun betina.
Gonad adalah organ reproduksi yang berfungsi
menghasilkan sel kelamin(gamet). Gonad ikan betina di namakan ovari dan gonad
ikan jantan di namakan testis. Ovari dan testis ikan biasanya terdapat pada
individu yang terpisah, kecuai pada beberapa ikan yang di temukan ganad jantan
dan betina di temukan dalam satu individu(ovotestes). Gonad ikan terletak dekat
anus memanjang ke depan mengisi rongga badan. Gonad memiliki tingkat kematagan
yang berbeda-beda, mulai dari tingkat kematangan gonad (TKG) I (belum matang),
sampai tingat kematangan gonad (TKG) IV (matang) (Yusnaini,dkk,2014).
Berdasarkan latar belakang maka praktikum ini
perlu di lakukan agar mengetahui tingkat kematagan gonad setiap jenis ikan, dan
organ reproduksi primer maupun sekunder pada ikan.
B.
Tujuan
Adapun tujuan praktikum ini dilaksanakan
adalah untuk mengetahui cara membedakan ikan jantan dan ikan betina secara
histologis.
C.
Manfaat
Adapun
tujuan praktikum ini dilaksanakan adalah untuk mengetahui cara membedakan ikan
jantan dan ikan betina secara histologis.
Adapun manfaat pada praktikum ini adalah
mahasiswa dapat mengetahui organ reproduksi pada ikan serta jenis kelamin pada
ikan.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Sistematika dan Morfologi Ikan
2.1.1 Ikan Lele (Clarias sp)
Ikan Lele merupakan
keluarga catfish, yang termasuk dalam
jenis ini diantaranya yaitu lele lokal, lele dumbo, lele sangkuriang
dan lele phyton. Lele banyak terdapat di perairan umum seperti sungai, rawa,
waduk, dan genangan air lainnya.Bentuk tubuh lele adalah gilig (silindris) memanjang,
berkepala gepeng meruncing, dan di dekat mulutnya ditumbuhi dengan 4 pasang
kumis yang kaku memanjang.Kulit tubuh lele licin, tidak bersisik, dan berwarna
kehitaman.
Klasifikasi ikan lele menurut
SNI (2000), yaitu:
Filum :
Chordata
Kelas :
Pisces
Subkelas :
Teleostei
Ordo :
Ostariophysi
Subordo :
Siluroidae
Famili :
Clariidae
Genus :
Clarias
Spesies : Clarias gariephinus
2.1.2
Ikan mas (Cyprinus carpio L.)
Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas
adalah sebagai berikut:
Kelas : Osteichthyes
Anak kelas : Actinopterygii
Bangsa : Cypriniformes
Suku : Cyprinidae
Marga : Cyprinus
Jenis : Cyprinus carpio L.
Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain.
Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara
genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari
penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya.
2.1.3
Ikan Nila
Ikan nila betina dari Lumajang, Jawa
Timur
Klasifikasi
ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Osteichtyes
Ordo: Perciformes
Famili: Cichlidae
Genus: Oreochromis
Spesies: Oreochromis niloticus
Nama
binomial, Oreochromis niloticusLinnaeus, 1758
Ikan nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan
ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bagian timur, pada tahun 1969,
dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di
Indonesia sekaligus hama di setiap sungai dan danau Indonesia. Nama ilmiahnya
adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile
Tilapia.
2.2 Sistem Organ Reproduksi ikan Jantan
dan Betina
2.2.1 Pengertian Gonad
Menurut Villee et, al (1984), gonad kelamin pada
semua vertebrata terpisah, kecuali pada beberapa ikan berkerangka tulang.
Testis merupakan sepasang alat berukuran sedang yang masing-masing mempunyai
tubulas seminifenus yang berlaku-liku.Ini merupakan daerah yang luas untuk
memproduksi bermilyad-milyad sperma ovosium ikan dan ampitria, yang
menghasilkan ribuan atau ratusan telur memenuhi sebagian besar rongga
tubuh.Pada hampir semua terbiasa, gonad resenteri rongga tubuh dan selama hidup
tetap berada di tempat itu.
Testis atau gonad bersifat internal dan
bentuknya longitudinal.Pada umumnya berpasangan lamprey dan hagfish mempunyai
testis tunggal (Rechman, 2003).
Gonad sendiri adalah organ endokrin yang
memproduksi dan mengeluarkan steroid yang mengatur pembangunan tubuh hewan mengendalikan
karakteristiknya.
2.2.2
Ciri-ciri induk yang matang
Gonad
2.2.2.1
Ciri induk jantan yang matang
Gonad
Induk ikan mas matang gonad yaitu betina dengan
berat 2,0-3,0 kg dan jantan dengan berat 1,5 – 2,0 kg masing-masing sebanyak 3
dan 6 ekor dimasukkan didalam kolam. Pemijakan berukuran 2 x 5 x 1 cm dan
ditambah substrat berupa ketaban yang terbuat dari ijuk. (mukti, 2007)
Pada gonad jantan dapat dilihat dari papilla
genitalnya yang terletak di belakang dan mendekati sirip anus, berwarna merah,
merucing dan melembar ke arah pangkalan, maka ikan tersebut telah matang
kelamin (Nazori, 2010)
2.2.2.2
Ciri induk betina yang masak telur
Ciri-ciri induk betina yang matang telur adalah
bagian perutnya membesar, agak lembek dan lubang sakuran telur terlihat merah
dan membengkak sedangkan induk jantan yang matang gonad memperlihatkan warna
hitam kelam, bagian baju putih, sirip ekor dan sirip punggung berwarna merah
(Sugiarto ,1988 dalam Rustidja, 1996)
Ciri induk betina yang telah matang gonad dapat
melihat dari bentuk perut yang membesar sangat lembut dapat juga dengan
mengurut perut ikan tersebut. (Nazori, 2010)
Menurut Schveck dan Peter 1990 dibeberapa
spesies ikan kemajuan kematangan seksual disertai dengan perubahan seksternal
yang jelas pada bentuk tubuh atau pigmentasi, melalui perubahan ralang atau
pengembangan gonorodia, terbekel atau ciri-ciri seks sekunder yang lain.
2.2.2.3
Anatomi Sistem Reproduksi
Jantan
Testis
(gonad jantan) berbentuk memanjang dan menggantung pada bagian atas rongga
tubuh dengan pesantaraan mesorkium, berjumlah sepasang. Pada Chonduricthyes
testis yang satu lebih besar dari testis yang lain. Testis tersusun dari
folikel-folikel tempat spermatozoa berkembang.Ukuran dan warna gonad dapat
mencapai 12% atau lebih dari bobot tubuhnya.Kebanyakan testis berwarna dan
halus pada sikuroisea testisnya tegak (Raharjo, dkk 1989).
Testis
vertebrata terdiri atas ribuan saluran (tubulus) sperma. Dinding tubuh tubulus
sperma tersebut dilapisi oleh sel gersmital primitif yang mengalami kekhususan
disebut spermatogonium (Vuhaniosperma, bibit genes keturunan) (Villee, dkk
1998)
2.2.2.4
Anatomi Sistem Reproduksi
Betina
Ovarium berbentuk memanjang, terletak dibawah atau disamping gelembung gas
(jika ada) kadang berjumlah sepasang.Ovarium bergantung pada bagian atas rongga
tubuh dengan perantaran cheovaria, dibawah dibawah atau disamping gelembung gas
(bila ada).Ukuran dan perkembangannya dalam tubuh bervariasi dengan tingkat
kematangannya.Warnanya pun berbeda-beda.Sebagian besar berwarna keputih-putihan
pada waktu lebih muda dan menjadi kekuning-kuningan pada waktu matang.(Raharjo,
dkk 1989).
Ovarium ikan berbentuk longitudinal seperti agar-agar jenih dan
berbintik-bintik berisi sel telur atau ova-Raisanesa jumlah sepasang,.Dari
ovarium sel telur keluar melalui saluran yang disebut ovidwck (Rachman, 2003).
·
TKG (Tingkat
kematangan Gonad) Jantan
Menurut Effendi (2002) tingkat kematangan gonad jantan (testis) dan ikan
Green Sunfish secara histologi menurut Kaya dan Hasker (1972).
1.
Testis Regresi (lahir musim
panas sampai pertengahan musin dingin). Dinding gonad dilapisi oleh
spermatogonia awal dan sekunder. Sperma sisa mungkin masih terdapat
2.
Perkembangan sperma tagonia
sama dengan tingkat I hanya proporsinya spermatogonia sekunder bertambah sperma
sisa kadang-kadang masih terlihat.
3.
Awal aktif spermatogenesis.
Cyste spermatocyt timbul dan kemudian semakin bertambah cyste spermatid dan
spermatozoa juga mulai keluar.
4.
Aktif spermatogenesis semua
tingkat spermatogenis ada dalam jumlah yang banyak. Spermatozoa bebas mulai
terlihat dalam rongga seminiferous.
5.
Testis masak. Lumer penuh
dengan spermatozoa pada dinding labute penuh cyste bermacam-macam tingkat.
6.
Testis regresi rongga
seminifreous masih berisi spermatozoa. Dinding testis mengkerut karena sperma
dikeluarkan Pada organ kelamin jantan (testis) merupakan sepasang organ
memanjang yang terletak pada dinding dorsal, struktur testis bervariasi antar
spesies namun demikian dapat di golongkan menjadi dua tipe lobular
(lobul-lobul) dan tubular (tabung). Testis tipe lobular merupakan tipe pada
kebanyakan ikan teleostei terdiri dari sejumlah lobul yang terpisahkan satu
sama lain oleh selaput tipis dari jaringan pengikat
berserat.(Yusnaini,dkk.2014).
·
TKG (Tingkat kematangan Gonad)
Betina
Menurut
Effendie (2002) tingkat kematangan gonad ikan otolithus Rubber dan Johnius
clussumlen menurut Devados :
1.
Tidak masak. Ovarium berwarna pucat
keruh memanjang sampai sepertiga panjang rongga perut. Telur tidak dapat
dilihat oleh mata, keadaan telur kecil, tidak berkuning telur, transparan
dengan inti yang jelas.
2.
Tidak masak. Ovarium berwarna merah
anggur mengisi 1/3 – 1/2 rongga perut. Gonad tidak simetri, telur tidak dapat
terlihat oleh mata. Keadaan telur pembentukan kuning telur disekitar inti.
3.
Hampir masak. Ovarium berwarna merah
jambu sampai kuning, berbutir-butir, memanjang sampai 1/2 – 2/3 dalam rongga
perut.. Keadaan telur kecil warna tidak terang, inti sebagian dan seluruhnya
terbenam dalam kuning telur.
4.
Hampir masak. Ovarium berwarna putih
susu sampai kuning, pembuluh darah terlihat dibagian atasnya, memanjang sampai
2/3 bagian dari rongga perut, telur mudah terlihat. Keadaan telur dalam ukuran
sedang dan warna tidak terang, belum bebas dari sel-sel folikel.
5.
Masak. Ovarium berwarna kuning
kemerah-merahan, pembuluh darah jelas, panjang sampai 3/4 – 4/5 rongga perut,
telur jelas terlihat. Keadaan telur masak berukuran besar dan berwarna tidak
terang, bebas dari folikel.
6.
Masak. Ovarium berwarna
kemerah-merahan seperti kue puding, mengisi seluruh rongga perut. Keadaan telur
masak berukuran besar, transparan, kuning telur, berisi gelembung minyak.
7.
Salin. Ovarium mengkerut sebagai
hasil pemijahan.
Reproduksi adalah kemampuan individu untuk
menghasilkan keturunan sebagai upaya untuk melestarikan jenisnya atau
kelompoknya.Untuk dapat melakukan reproduksi maka harus ada gamet jantan dan
betina. Penyatuan gamet jantan dan betina akan membentuk zigot yang selanjutnya
berkembang menjadi generasi baru. (Yushinta Fujaya. 2004).
Menurut Anonim (2006), meskipun tidak semua
individu mampu menghasilkan keturunan, namun setidaknya reproduksi berlangsung
pada sebagian besar individu yang hidup di permukaan bumi ini. Tingkah laku reproduksi pada ikan merupakan suatu siklus yang dapat
dikatakan berkala dan teratur. Kebanyakan ikan
mempunyai siklus reproduksi tahunan. Sekali mereka memulainya maka hal itu akan
berulang terus menerus sampai mati. Beberapa ikan malahan bisa bereproduksi
lebih dari satu kali dalam satu tahun.
BAB
III
METODOLOGI
A.
Waktu
dan Tempat
Praktikum pengembangbiakan
ikan khususnya membedakan ikan jantan dan betina secara histologidilaksanakan
pada :
Hari/Tanggal : 29 April 2018
Pukul :
12.40 sd 14.30 WITA
Tempat : Laboratorium Reproduksi dan
Genetika
B.
Alat
dan Bahan
Adapun alat dan bahan
yang digunakan pada saat praktikum adalah sebagai berikut:
a) Alat
·
Mikroskop
·
Gelas obyek dan gelas
penutup
·
Kertas serap
·
Gunting bedah/scalpel
·
Pinset
·
Papan preparat
b) Bahan
·
Gonad ikan jantan dan
betina ikan lele/mas/nila
·
Larutan asetokarmin
(0,6 gr bubuk karmin dalam 100 ml asam asetat
·
Aquades
C.
Prosedur
Adapun
prosedur kerja dalam melakukan kegiatan praktikum adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan
alat dan bahan yang digunakan untuk praktik
2. Meletakkan
ikan di atas papan preparat lalu dilakukan pembedahan dengan menggunting bagian
perut ikan dari lubang anus ke arah bagian kepala.
3. Gonad
ikan jantan dan betina diamati secara morfologi (warna, bentuk, ukuran)
4. Mengambil
sebagian kecil gonad jantan dan betina dan diletakkan di atas gelas obyek dan
dicacah sampai halus dengan menggunakan pinset/scalpel.
5. Setelah
gonad halus, gonad ditetesi dengan larutan Asetokarmin hingga semua bagian
terendam, menutup dengan cover glass lalu bagian preparat yang basah diserap
dengan tissu/kertas serap.
6. Mengamati
preparat dibawah mikrosko dengan pembesaran 40×.
BAB
IV
PEMBAHASAN
A.
Hasil
1.
Pengamatan
Secara Morfologi
Hasil
pengamatan gonad ikan jantan dan betinasecara morfologi dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 1. Pengamatan
gonad secara morfologi
No.
|
Jenis
Ikan
|
Jenis
Kelamin
|
Warna
|
Bentuk
|
Ukuran
|
Gambar
|
1
|
Ikan Nila
|
Jantan
|
Putih
|
|||
Betina
|
Kuning emas
|
|||||
2
|
Ikan Lele
|
Jantan
|
Putih
|
Panjang dan bergerigi
|
||
Betina
|
Kuning kehijauan
|
Panjang dan bercabang
|
||||
3
|
Ikan Mas
|
Jantan
|
Putih keruh
|
Panjang tidak
beraturan dan menggumpal
|
||
Betina
|
Kuning
|
Panjang dan lurus
|
2.
Pengamatan
Secara Histologis
Hasil pengamatan gonad ikan jantan dan
betina secara morfologi dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel
1. Pengamatan gonad secara morfologi
No.
|
Jenis Ikan
|
Jenis Kelamin
|
Gambar
|
1
|
Ikan
Nila
|
Jantan
|
|
Betina
|
|||
2
|
Ikan
Lele
|
Jantan
|
|
Betina
|
|||
3
|
Ikan
Mas
|
Jantan
|
|
Betina
|
B.
Pembahasan
1.
Pengamatan
Secara Morfologi
Gonad
pada ikan setelah diamati secara morfogi menunjukkan ciri yang berbeda. Pada
gonad ikan nila jantan, setelah diamati menampakkan warna putih. Pada gonad
ikan nila betina berwarna kuning keemasan.
Gonad
pada ikan lele setelah diamati terlihat ciri morfologi yang berbeda antara ikan
lele jantan dan ikan lele betina. Ikan lele jantan memiliki gonad yang berwarna
putih keruh, bentuk panjang dan bergerigi. Sedangkan ikan lele betina gonad
memiliki warna hijau kekuningan, bentuknya panjang, lurus dan bercabang.
Pada
ikan mas terdapat ciri morfologi tertentu antara ikan mas jantan dan ikan mas
betina . Ikan mas jantan memiliki gonad yang berwarna putih keruh, bentuknya
panjang, tidak lurus, terlihat menggumpal dan bentuknya tampak seperti hati.
Pada ikan mas betina gonadnya berwarna kuning, bentuknya panjang dan lurus.
2.
Pengamatan
Secara Histologi
Pengamatan
secara histologi pada ikan nila, ikan lele, dan ikan mas tampak berbeda sesuai
dengan spesies ikan itu sendiri. Pada ikan nila jantan, setelah dihaluskan
gonadnya dengan menambahkan asetokarmin sebanyak 2-3 tetes tampak sel sperma
yang berwarna putih keruh seperti pada tabel diatas. Ikan nila betina, beberapa
sel telur yang tampak dibawah mikroskop terlihat berwarna kekuningan dan bentuk
yang bulat dan intinya yang berwarna kecoklatan.
Gonad
ikan lele jantan yang telah dihaluskan dengan penambahan beberapa tetes larutan
asetokarmin yang diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 40×, tampak
beberapa sel sperma yang terdapat pada ikan lele jantan berwarna putih keruh.
Sedangkan pada ikanbetina lele tampak sel telurnya dibawah mikroskop dengan
preparasi yang sama dengan ikan lele jantan dan hasilnya terlihat warna sel
telur ikan lele betina hijau kecoklatan, intinya berwarna kehitaman dan
bentuknya bulat.
Pada
ikan mas dengan preparasi yang sama dengan ikan nila dan lele menunjukkan hasil
yang berbeda. Gonad ikan mas jantan yang telah diamati memiliki sel sperma
berwarna putih keruh. Pada ikan mas betina tampak dibawah mikroskop terlihat
warna sel telur kuning kecoklatan dan bulat.
Pewarnaan
gonad dengan asetokarmin merupakan salah satu teknik dalam pemeriksaan sel
kelamin pada ikan. Khususnya pada ikan-ikan kecil yang memiliki ukuran gonad
yang kecil. Gunarso (1989) dalam Budi (2008) mengungkapkan bahwa asetokarmin
merupakan salah satu modifikasi teknik pewarnaan yang paling populer terutama
dalam bidang sitogenetika untuk penelaahan kromosom.
Dari
ketiga gonad ikaan nila, mas, dan lele pada gonad lele gonadnya berbentuk
spiral seperti benang yang kusut.Gonad ikan nila lurus panjang dan lebarnya
pendek.Ketiga gonad tersebut menghasilkan sperma untuk pembuahan pada sel telur
betina tersebut.pada gonad betina hampir sama hanya saja
kapasitas telurnya yang berbeda.
BAB
V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Setelah
dilakukan praktikum pengamatan organ reproduksi ikan secara morfologi dan
histologi terlihat jelas perbedaan antara ikan nila, ikan lele maupun ikan mas.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa organ reproduksi pada ikan berbeda berdasarkan
spesies, tingkat kematangan gonad dan jenis kelaminnya.
B.
Saran
Diharapkan
kepada semua pihak yang melakukan kegiatan pembenihan ikan terutama pemijahan
buatan harus mengetahui ciri morfologi dan histologi terlebih dahulu agar
kegiatan dapat terlaksana secara maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Demikian yang sempat saya jelaskan semoga bermanfaat. Di butuhkan saran yang membangun dan mendukung agar kedepannya bisa lebih baik
By Alvianus M.

Komentar
Posting Komentar