LAPORAN FIELTRIP 2018
LAPORAN FIELDTRIP
MANAJEMEN KESEHATAN IKAN
MODUL : TINDAKAN KARANTINA IKAN
DOSEN : ALIMUDDIN
OLEH
ALVIANUS MA’DIKA
1622010316
PEMBENIHAN
BUDIDAYA
PERIKANAN
POLITEKNIK
PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hasil
penelitian yang dilakukan selama ini menunjukkan bahwa serangana penyakit di
kolam pemeliharaan bukan merupakan nasib sial, melainkan merupakan hasil
interaksi yang tidak serasi antara factor lingkungan, kondisi ikan dan
organism parasit. Agar mampu mencegah dan mengasi secara efektif akan
serangan penyakit yang sering terjadi pada ikan peliharaan, maka perlu
diantisipasi akan terjadinya penularan akan berbagai jenis penyakit, salah satu
cara adalah dengan mengadakan tindakan karantina Ikan disetiap stasiun baik
pada tempat pemasukan, maupun pada tempat pengeluaran media atau organism yang
dilalulintaskan.
Penularan
penyakit merupakan salah satu masalah yang sering di hadapi oleh petani ikan kerugian
yang di timbulkan akan timbulnya suatu penyakit kerap kali sangat besar,
menyebabkan para petani ikan sering enggan untuk melanjutkan usahanya.
Seranagan penyalit yang terjadi beberapa
tahun yang lalu yang telah meraja lela di lahan perkolaman atau tambak.
Akhir-akhir
ini, dianjurkan oleh pemerintah beberapa cara mencegah dan mengendalikan penyakit ikan, yaitu meliputi
jenis dan cara penularan penyakit, cara mengidentifikasi dan diakhiri dengan
cara mencegah serta memberantas beberapa jenis penyakit yang umum menyerang
pada ikan.
A. Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan fieldtrip tersebut
yaitu mahasiswa tidak hanya membayangkan
namun bisa membuktikan secara langsung tentang tiu dan tik dari mata kulia
tersebut dan bisa
mmbandingkan antara teori dan praktek dilapangan.
BAB
II
METODOLOGI
A. Waktu dan Tempat
Pada
kegiatan fieldtrip ini berlangsung pada:
Hari/Tanggal :
Waktu
/ Pukul : 07.00 – 13.30 WITA.
B.
Alat dan bahan
Adapun peralatan yang digunakan saat melakukan fieldtrip
yaitu kertas, dan bolpoin.
C.
Prosedur kerja
Langka-langka yang dalam fieldtrip yaitu
1.
Berangkat
di politani menuju makassar pada pukul 06.00 wita
2.
Setiba
dilokasi, diberikan arahan oleh dosen tentang jenis kegiatan yang akan
dilaksanakan
3.
Menerima
materi tentang Balai Besar Karantina Makassar
4.
Melakukan
kunjungan pada tiap-tiap laboratorium, sambil diperkenalkan alat-alat oleh
kepala leb tersebut
5.
Berangkat
kembali untuk balik ke politani pangkep.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Gambaran Umum Balai Besar Karantina Ikan
(BBKI) Hasanuddin Makassar
Saat ini,
BBKI Hasanuddin Makassar dikenal sebagai media yang ampuh akan kendali HPIK
yang sering didapatkan melalui berbagai jenis media baik ikan yang akan di ekspor maupun ikan yang di impor antar
luar – dalam Provinsi Sulawesi Selatan.
Struktur
Organisasi Pada BBKI Hasanuddin Makassar terdiri dari:
KEPALA BALAI
|
Lab. Preparasi
|
Lab. Uji Parasit
|
Lab. Molekuler
|
Lab. Sterilisasi
|
Lab. Uji Histologi
|
Seluruh Daerah Yang Ada Di
Sulawesi Selatan
|
SEKRETARIS
|
BENDAHARA
|
Lab. Pembuatan media
|
B. Tindakan
Karantina Ikan
Tindakan karantina ikan adalah kegiatan yang dilakukan
untuk mencegah masuk, keluar dan tersebarnya HPI karantina dari
dalam maupun dari luar negeri atau dari suatu area ke area da dalam maupun
keluar negeri.
Adapun tindakan-tindakan yang dilakukan dalam karantina
ikan yaitu
Ø Pemeriksaan, pemeriksaan dilakukan diatas alat angkut
Ø Pengasingan bertujuan mengisolasi media pembawa penyakit
Ø Pengamatan bertujuan untuk mengetahui perubahan yang
terjadi pada bagian organ tubuh dan tingkalaku ikan tersebut
Ø Perlakuan bertujuan untuk melakukan pengobatan terhadap
media pembawa penyakit
Ø Penahanan bertujuan menahan ikan/udang yang penyakitnya sudah tidak bisa ditangani
Ø Penolakan yaitu menolak ikan tersebut karena ikan /udang
tersebut sudah terserang penyakit
Ø Pemusnahan yaitu membakar ikan/udang tersebut
Ø Pembebasan yaitu mengizinkan ikan tersebut untuk di impor
atau di ekspor.
C. Hama
Penyakit Ikan Karantina
Dampak tentang wabah penyakit ikan mengancam
Ø Kelangsungan nutrisi perikanan
Ø Menurunnya produktifitas dan mutu produk
Ø Di tolaknya di pasar dunia
Ø Daya saing dan akses pemasaran rendah
Ø Merusak kelestarian Sumber Daya Alam Hayati.g
Jenis HPIK terbagi atas dua yaitu
1.
HPIK
golongan 1 yaitu ikan yang terserang penyakit dengan konsentrasi yang sangat
tinggi dan sudah tidak bisa di sembuhkan
2.
HPIK
golongan 2 yaitu ikan yang terseran penyakit dengan konsentrasi tinggi namun
masih bisah di sembuhkan.
D. Alat
dan Bahan
Pada laboratorium di BBKI Makassar ada
beberapa jenis alat dan bahan yang digunakan berdasarkan tempat dan fungsinya
masing-masing seperti berikut:
1. Ruang
preparasi
Adapun
jenis alat yang digunakan di lab. preparasi
BBKI
Makassar adalah seebagai berikut;
Ø Akuarium,
sebagai tempat penampungan sampel yang baru datang, sebagai uji lanjut terhadap
penyakit yang di bawah organism tersebut,
Ø Mistar,
untuk mengukur panjang ikan yang
akan di uji,
Ø Pisau,
untuk membelah ikan atau sampel yang baru datang,
Ø Ikan
sampel;
Ø Talenan,
sebagai tempat pemotongan ikan sampel;
Ø Kaca
pembesar, sebagai alat untuk melihat
jenis patogen yang diamati pada sampel
Ø Larutan NaCL untuk ikan air laut, dan aquades untuk ikan
air tawar.
2. Ruang
uji parasit
Adapun jenis alat dan bahan yang
digunakan pada ruang parrasit di BBKI Makassar berdasarkan fungsinyasebagai
berikut:
Ø Mikroscopis, digunakan untuk mengamati sampel
yang ada yang
bertujuan untuk mengamati berbagai jenis parasit pada ikan atau sampel yang
ada;
Ø Pinset,
berfungsi sebagai alat
untuk penggoresan dan pengambilan
jenis parasit yang terdapat pada sampel yang ada;
Ø Over
glass, untuk penutupan sampel pada pengamatan microskop;
Ø Jenis
sampel ikan yang
sering diamati pada ruang parasit seperti: ikan kerapu, ikan mas, ikan nila,
udang vanamei,
Ø Sasaran
pengamatan parasit pada berbagai jenis ikan adalah badan, sisik, kulit, sirip,
dan pada bagian saluran pernapasan.
3. Ruang
Serologi molekuler
Pada
BBKI Makassar ada 2 jenis alat
sterilisasi yang digunakan yaitu:
Ø Ovenyang digunakan untuk memanaskan alat
yang sudah digunakan;
Ø Automatic
Autoclave, yang digunakan alat yang sama;
Ø Kemudian,
alat yang sudah disterilkan akan di bungkus dengan kertas atau Koran yang
bersih kemudian disimpan kedalam lemari yang aman, pembungkusan ini bertujuan
agar jenis alat yang di sterilkan tidak terkontaminasi lagi dengan berbagai
jenis bakteri dari luar.
4. Ruang
Uji Histologi atau pengamatan jaringan ikan.
Adapun jenis alatdan bahan yang digunakan pada
ruang tersebut adalah:
Ø Water bath,
Ø Tissue
Prosesi sebagai bahan
penguat,
Ø Microm, untuk pengamatan jaringan;
Ø Disenser, untuk proses pemanasan bagian
jaringan ikan;
Ø Sampel sebagai objek pengamatan,
Ø Adapun
cara kerja yaitu, merendam bagian tertentu misalnya bagian usus, hati, dan bagian dalam ikan
lainnya.
5. Ruang
uji virus
Adapun
jenis kegiatan yang digunakan pada ruang tersebut adalah:
a. Alat
PCR, terdapat 2 jenis pengujian yaitu
a) Uji
PCR sacara Kompersional
b) Uji
PCR sacara elektrophoresis
c) Adapun
jenis alat pelengkap yang lain seperti, labu ukur, gelas piala, stik kaca,
gelas tabung,
6. Ruang pengamatan bakteri
Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu
1. Media KF Strepto
2. Media NTCBS
7. Ruang
pengamatan jamur
Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu
a) Media SDA sebagai tempat untuk menumbuhkan jamur
b) Alkohol berfungsih untuk menghindari terjadinya
kontaminasi
c) Jarum oose fungsihnya untuk mengambil sampel
BAB III
PENUTUP
A .Kesimpulan
Berdasarkan hasil data yang di peroleh dari kegiatan
fieldtrip di BBKI. Hasanuddin Makassar tersebut, maka dapat di simpulkan bahwa tindakan karanrina ikan
sangatlah bagus dilakukan agar HPIK tidak tersebar baik di wilayah RI indonesia
maupun diluar negeri.
B
.Saran
Saya untuk mengantisipasi
penyebaran Hama penyakit ikan
karantina baik yang akan di
ekspor maupun yang di impor dari dan atau ke berbagai wilayah RI. Maka pemerintah harus mengupayakan untuk lebih
meningkatkan tingkat ketelitian bagi oknum yang berwajib.

Komentar
Posting Komentar