Tugas Pengolahan data komputer



NAMA = alvianus madika
NIM= 1622010316
MINAT = PEMBENIHAN 29

PENGARUH PADAT PENEBARAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP (SR) LARVA UDANG VANNAMEI DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN BIOFLOK
HIPOTESIS
-          H0 = semua perlakuan padat penebaran yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup (SR) larva udang vannamei dengan sistem pemeliharaan bioflok
-          H1 = ada salah satu perlakuan padat penebaran yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup (SR) larva udang vannamei dengan sistem pemeliharaan bioflok

Descriptives

SR


N
Mean
Std. Deviation
Std. Error
95% Confidence Interval for Mean
Minimum
Maximum

Lower Bound
Upper Bound
kepadatan 10 ekor/m
3
71.00
4.583
2.646
59.62
82.38
67
76
kepadatan 15 ekor/m
3
57.67
3.786
2.186
48.26
67.07
55
62
kepadatan 20 ekor/m
3
48.00
3.000
1.732
40.55
55.45
45
51
Total
9
58.89
10.541
3.514
50.79
66.99
45
76











Interpretasi Data :
Berdasarkan pada tabel descriptive diatas didapatkan hasil bahwa total unit percobaan sebanyak 9, dimana nilai rata-rata perlakuan A = 71.00±4.583, perlakuan B = 57.67±3.786, dan perlakuan C = 48.00±3.000 dengan selang kepercayaan 95% dengan nilai minimum perlakuan A = 67 dan nilai maksimum 76, nilai minimum perlakuan B = 55 dan nilai maksimum 62, nilai minimum perlakuan C = 45 dan nilai maksimum  51.


Test of Homogeneity of Variances
SR



Levene Statistic
df1
df2
Sig.
.453
2
6
.656
Interpretasi Data :
Berdasarkan pada tabel test of homogeneity of variances didapatkan hasil bahwa nilai sig 0,656 lebih besar dari 0,05 (sig>0,05) sehingga HO ditolak dan menerima H1 yaitu ada salah satu perlakuan padat penebaran yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup (SR) larva udang vannamei dengan sistem pemeliharaan bioflok sehingga memenuhi asumsi data berdistribusi normal dan penggunaan analisis varians data.

ANOVA
SR






Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Between Groups
800.222
2
400.111
27.075
.001
Within Groups
88.667
6
14.778


Total
888.889
8



Interpretasi data :
Berdasarkan pada tabel ANOVA diatas didapatkan hasil bahwa nilai sig p-value 0,001 lebih kecil dari 0,01 (sig<0,01) sehingga menolak H0 dan menerima H1 yaitu ada salah satu perlakuan padat penebaran yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup (SR) larva udang vannamei dengan sistem pemeliharaan bioflok yang berarti memberikan pengaruh nyata pada taraf 1%.
Kesimpulan :
Ada salah satu perlakuan padat penebaran yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup (SR) larva udang vannamei dengan sistem pemeliharaan bioflok.





PENGARUH SALINITAS DAN DAYA APUNG TELUR TERHADAP DAYA TETAS (HR) TELUR IKAN BANDENG

HIPOTESIS
-          H0 = semua perlakuan salinitas yang berbeda dan daya apung telur tidak memberikan pengaruh terhadap daya tetas (HR) telur ikan bandeng
-          H1 = ada salah satu perlakuan salinitas yang berbeda dan daya apung telur memberikan pengaruh terhadap daya tetas (HR) telur ikan bandeng

Descriptive Statistics
Dependent Variable:HR



Salinitas
Daya_apung
Mean
Std. Deviation
N
salinitas 16 ppt
mengapung
76.67
4.163
3
melayang
65.33
3.055
3
tenggelam
54.00 
4.359
3
Total
65.33
10.380
9
salinitas 23 ppt
mengapung
78.67
4.509
3
melayang
67.00
2.646
3
tenggelam
55.33
3.055
3
Total
67.00
10.548
9
salinitas 30 ppt
mengapung
91.67
3.055
3
melayang
77.00
4.359
3
tenggelam
65.00
2.646
3
Total
77.89
11.942
9
Total
mengapung
82.33
7.842
9
melayang
69.78
6.220
9
tenggelam
58.11
5.988
9
Total
70.07
11.977
27



Interpertasi data :
Berdasarkan pada tabel descriptive didapatkan hasil bahwa pada salinitas 16 ppt telur lebih banyak mengapung yaitu rata-rata  76.67 ± 4.163 dibanding dengan melayang 65.33±3.055 dan tenggelam  54.00± 4.359 kemudian salinitas 23 ppt telur juga lebih banyak mengapung dengan nilai rata-rata 78.67± 4.509 dibanding dengan melayang 67.00±2.646 dan tenggelam  55.33± 3.055 sedangkan pada salinitas 30 ppt telur juga lebih banyak mengapung 82.33± 7.842 dibanding dengan melayang 77.00±4.359 dan tenggelam  65.00± 2.646.

Levene's Test of Equality of Error Variancesa
Dependent Variable:HR

F
df1
df2
Sig.
.439
8
18
.882
Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.
a. Design: Intercept + Faktor_A + Faktor_B + Faktor_A * Faktor_B
Interpretasi data :
Berdasarkan pada tabel diatas didapatkan hasil bahwa nilai sig 0,882 lebih besar dari 0,05 (sig>0,05) sehingga HO ditolak dan menerima H1 yaitu ada salah satu perlakuan salinitas yang berbeda dan daya apung telur memberikan pengaruh terhadap daya tetas (HR) telur ikan bandeng sehingga memenuhi asumsi data berdistribusi normal dan penggunaan analisis varians data.














Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:HR




Source
Type III Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Corrected Model
3494.519a
8
436.815
33.411
.000
Intercept
132580.148
1
132580.148
1.014E4
.000
Faktor_A
836.963
2
418.481
32.008
.000
Faktor_B
2641.407
2
1320.704
101.017
.000
Faktor_A * Faktor_B
16.148
4
4.037
.309
.868
Error
235.333
18
13.074


Total
136310.000
27



Corrected Total
3729.852
26



a. R Squared = ,937 (Adjusted R Squared = ,909)


Interpretasi data :
Berdasarkan pada tabel diatas didapatkan hasil bahwa nilai sig p-value pada faktor A yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,01 (sig<0,01) sehingga menolak H0 dan menerima H1 yaitu ada salah satu perlakuan salinitas yang berbeda dan daya apung telur memberikan pengaruh terhadap daya tetas (HR) telur ikan bandeng yang berarti memberikan pengaruh nyata. nilai sig p-value faktor B yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,01 (sig<0,01) sehingga menolak H0 dan menerima H1 yaitu ada salah satu perlakuan salinitas yang berbeda dan daya apung telur memberikan pengaruh terhadap daya tetas (HR) telur ikan bandeng yang berarti memberikan pengaruh nyata sedangkan pada interaksi faktor A dan faktor B nilai sig yaitu 0,868 dimana lebih besar dari 0,01 sehingga menolak H1 dan menerima H0 yaitu semua perlakuan salinitas yang berbeda dan daya apung telur tidak memberikan pengaruh terhadap daya tetas (HR) telur ikan bandeng yang berarti tidak memberikan pengaruh nyata pada taraf 1%.
Kesimpulan :
-          nilai sig p-value pada faktor A yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,01 (sig<0,01) sehingga menolak H0 dan menerima H1 yang berarti memberikan pengaruh nyata
-          nilai sig p-value faktor B yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,01 (sig<0,01) sehingga menolak H0 dan menerima H1 yang berarti memberikan pengaruh nyata
-          interaksi faktor A dan faktor B nilai sig yaitu 0,868 dimana lebih besar dari 0,01 sehingga menerima H0 yang berarti tidak memberikan pengaruh nyata pada taraf 1%.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA LOGIN ke LMS POLITANI NEGERI PANGKEP | NasibKU

Desain Kolam dan cara menentukan Kapasitas debit air pada Akuakultur budidaya ikan nila

CARA BISNIS DAN MAU SUKSES MESKIPUN TIDAK MEMPUNYAI MODAL | gOPLAK.COM